Friday, January 17, 2014

SEGERA HAJI JIKA MAMPU

SEGERA HAJI JIKA MAMPU
Mohamad Fatoni Asyhari *}
Allah SWT mewajibkan kita yang sudah mampu untuk haji harus segera menunaikannya. Apa maksud mampu ? ....
Ada dana haji, sehat, tdk ada kendala perjalanan ke Baitullah.


فِيهِ آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِناً وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. 3 : 97)
Bukankah Haji adalah Rukun Islam ke-5 ? Semoga yg segera melaksanakannya, berarti ia telah segera menyempurnakan rukun islamnya. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk segera berhaji :
من اراد الحج فليتعجل فانه قد يمرض المريض وتضل الضالة وتعرض الحاجة
Barangsiapa hendak melaksanakan haji, hendaklah segera ia lakukan, karena terkadang seseorang itu sakit, binatang (kendaraan/pesawat) hilang dan adanya suatu kebutuhan yang menghalangi. (HR. Ibnu Majah. Shahih Ibnu Majah, No. 2331)
Saya sudah mampu belum ya ?..... Bagi yg mempunyai dana haji sebatas ONH/BPIH dan kebutuhan primer lainnya terpenuhi, tentu sudah terbilang mampu. Jika masih kurang bagaimana ?..... tentu harus berusaha secara maksimal. Sebagai salah satu jalannya, coba kita perhatikan ayat berikut ini untuk mendapatkan sugesti berhaji/umroh :


فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْراً لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta'atlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 64 : 16)

1. Allah SWT memerintahkan kita untuk bertaqwa menurut kesanggupan. Kesanggupan atau kemampuan di sini maksudnya adalah kesanggupan/kemampuan secara maksimal, karena kata استطعتم (kesanggupan) berbentuk fi'il madhi atau past tense. Haji merupakan bagian dari taqwa, jadi kita harus mengerahkan segala daya upaya secara maksimal untuk menunaikannya. Wujud nyatanya apa ya ?.....

a. Yang sudah ada dana Haji, segera daftar, walaupun saat ini sdh masuk daftar tunggu, yg penting sudah daftar dulu sbg bukti keseriusan berhaji.
b. Dana masih kurang ? segera menabung khusus untuk haji, lakukan penyetoran dana haji di tabungan tsb jika ada rejeki. Sedikit demi sedikit, lama lama jadi bukit kan ?
c. Tetap berusaha dgn gigih dan tekad berhaji dgn usaha ini, Insya Allah akan ada alokasi dana tambahan untuk haji dari usaha tsb. Yakin aja, Bismillah.
d. Jangan lupa selalu doa, agar bisa tercapai dgn baik, lancar dan bernilai positif.

Maaf, sekadar meyakinkan bahwa Anda mampu, Jangan beralasan tidak mampu mengusahakan dana haji, padahal untuk kebutuhan sekunder saja sampai berusaha mati-matian untuk memenuhinya. Dana Haji pada hakekatnya adalah dana amal kita yg tentunya akan Allah berikan gantinya.

2. Setelah berusaha taqwa secara maksimal, coba sering dengarkan, saksikan atau ikuti pelajaran2 haji atau umroh untuk membangkitkan semangat berhaji. Saat ini banyak VCD, DVD, buku tentang haji/umroh yg dijual dgn harga terjangkau dan Manasik Haji/Umroh Keluarga atau Umum yg bisa diikuti.

Semoga Anda semua bisa segera berangkat Haji/Umroh dan menjadi tamu Allah yg mendapatkan jamuan lahir dan batin yg sangat luar biasa untuk peningkatan iman, taqwa dan kehidupan. Amin.
*) Penulis adalah Dirut PT. Baitul Izza Universal (Haji Plus, Umroh Regular dan Umroh Plus)

No comments:

Post a Comment